Konser Metal Terbesar se-Indonesia; Lapangan Saparua Jadi Saksi!

Posted by Sangat Unik


Konser Musik Metal Terbesar di Indonesia
Tanggal; 28 Maret 2010
Pukul; 09.00 wib – 15.00 wib
Tempat; Lapangan Saparua, Bandung
Band; Burgerkill, Jasad, Forgotten, Koil, Demons Damn, Savor of Filth, Tcukimay, Godless Symptoms
Hampir dua tahun publik metal kota Bandung tidak dimanjakan dengan pagelaran konser metal berkualitas. Tercatat konser metal terakhir digelar adalah ketika Bandung Youth Park Fest di tahun 2008 lalu yang menampilkan Beside, Forgotten ,Tjukimay dan lain lain. Dua diantara band itu akhirnya kembali meramaikan konser yang bertajuk Konser Metal terbesar se-Indonesia, yang digelar di lapangan Saparua, 28 Maret 2010 lalu.
Back to Saparua
Sejak awal bulan Maret 2010, Bandung diramaikan dengan kehadiran poster-poster konser ini di berbagai titik keramaian. Seakan setengah tidak percaya bahwa Burgerkill, Jasad, Forgotten, dan Koil akan tampil di stadion termegah di kota bandung, stadion Siliwangi. Namun beberapa hari sebelum digelarnya acara ini, penulis sempat diberi kabar lewat jejaring dunia maya bahwa venue dipindah ke Saparua karena alasan internal dari pengelola stadion Siliwangi dan durasi pertunjukan juga juga bergeser lebih cepat ke pukul 15.00 WIB, yang tadinya sekitar pukul 17.00 WIB. Itu semua dengan alasan ijin keamanan.
Penulis datang ke area konser sekitar jam sebelas siang, saat di panggung sedang tampil Savor of Filth, dan terlewatkan 2 band , Demons Damn dan Forgotten. Savor of Filth tampil cukup menggila dengan formasi barunya ini. Irama hardcore yang cukup menghentak membuat panas suasana dan penonton yang “baru” sekitar 1000-an orang larut dalam kegilaan. Koil tampil dengan sangat baik dengan sound yang tertata rapi. Walaupun bernuansa rock n’ roll tapi Otong as the vocalist mengaku berusaha “tampil metal” di acara ini dengan lagu lagu yang cukup familiar di kuping para penonton seperti lagu Kenyataan dalam Dunia Fantasi, Aku Lupa Aku Luka dan Nyanyikan Lagu Perang. Otong pun kembali melakukan atraksi menghancurkan gitar yang dia pakai di sela-sela pertunjukan dan berusaha untuk memainkannya kembali walaupun gitar tersebut telah hancur. Hmm.. OK then…
Break sholat Zuhur di pertengahan lagu Koil diumumkan oleh Mbak Arin GMR, MC pertunjukan rock – metal di kota Bandung yang sarat pengalaman. Beliau nih mantan penyiar GMR, radio rock yang melegenda di kota Bandung di tahun 90-an dan sempat hijrah ke Jakarta di radio M97. Kelar break, giliran Tjukimay menggebrak dengan dandanan punk rock yang kental, dengan aksesories spike dan rambut ditata dengan gaya mohawk serta dicat warna-warni.. Penampilan musik Tjukimay dengan riff gitar yang mengingatkan kita pada band seperti Testament atau Slayer ini membuat ribuan orang yang mulai memadati arena lapangan Saparua ini berpogo terus, apalagi ketika Buchex ‘The Cruel’ didaulat Lukas untuk berduet dalam lagu Anjing Tirani, membuat massa makin larut dalam atmosphere musik keras ini.
Batik, alat musik Sunda, dan Metal
Langit mendung ketika Tjukimay turun panggung, dan terlihat kru Jasad mulai membereskan panggung. Mereka memasang sepasang “Kujang” peninggalan kerajaan Padjadjaran di depan Panggung. Man ‘Jasad’ serta Mbak Arin tak henti hentinya memberikan informasi dan saran agar suasana tetap aman dan kondusif, walaupun penonton berpogo, nge-slamdance dan lain-lain agar tidak sampai rusuh.
Man ‘Jasad’ sempat memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa rekan di belakang panggung, “Kunaon make batik?” atau “kenapa memakai batik?”. Kata Man, kostum metal nggak selalu hitam-hitam.“Bahkan batik pun bisa menjadi baju anak metal!” serunya. Kemudian bersama Jasad, ia membuka penampilannya dengan memainkan intro menggunakan alat musik tradisional Sunda, bernama Tarawangsa dan dibantu Yully memainkan nada dasar dengan bass-ya. Jasad memainkan lagu-lagu tanpa kompromi, dibuka dengan lagu Getih Jeung Getihdan ditutup dengan lagu Kujang Rompang dengan Man mengacung-acungkan Kujang sambil memuntahkan deep growl yang dahsyat.
Godless Symptoms yang didaulat menjadi penampil berikutnya tetap semangat menghibur penonton, dan hujan semakin deras ketika Barus dan Tommu memuntahkan lagu Kerajaan Ilusidan Anjing Iblis. Penonton telah basah kuyup diguyur hujan bercampur lumpur lapangan.
Hail Burgerkill!
Sebagai penutup acara dan sekaligus aksi pamungkas dalam konser ini, band yang sangat dinanti oleh ribuan penonton di Saparua, dan juga semua fans setianya di seluruh dunia: Burgerkill! Band yang terhitung justru jarang tampil di Bandung, kota asalnya, ini merupakan magnet tersendiri. Burgerkill, salah satu band metal terbaik di Tanah Air, memang rajin diundang untuk tampil di Australia, Malaysia danSingapura.
Para Begundal, fans berat Burgerkill, mulai merengsek ke depan arena ketika intro Unblessing Life dari album tergres Burgerkill, Beyond Coma and Despair mulai membahana. Jeda satu lagu, MC mengumumkan bahwa pintu masuk dibuka untuk umum. Ini karena saking banyaknya penonton di luar arena pertunjukan. Maka tampaklah lautan penonton di tengah derasnya hujan, dan di panggung ada Burgerkill! Merinding! It’s really crazy!
Lapangan Saparua yang berlumpur dan menjadi arena moshpit yang sangat disukai para Begundal. Sekitar 7500an penonton yang bergoyang, berpogo di circle pit raksasa di tengah alunan lagu Anjing Tanah, dan Darah Hitam Kebencian. Penampilan Eben – guitar, Agung – guitar, Ramdan – bass, Vicky – vocal, dan Andris – drum ini ditutup dengan lagu milik Puppen,Atur Aku. Penampilan yang berbahaya! Btw, beberapa hari sebelumnya Eben berulang tahun dan sempat mengumumkan bahwa awal April 2010 ini Burgerkill masuk dapur rekaman untuk album berikutnya. Selamat ulang tahun, Eben. Like you always say: Keep smokin’ metal engine!
Kurang lebih jam 3 sore acara usai. Tak ada kekisruhan, kerusuhan, atau perkelahian di antara penonton. Keadaan aman dan kondusif. Senyum tampak di wajah para penonton, keakraban terlihat, dan event gede ini seakan akan menjadi ajang reuni bagi beberapa Metalhead sambil menunggu hujan reda. Terlihat antrian mobil dan motor yang menyemut, berusaha keluar dari Saparua. Sekali lagi, Saparua menjadi saksi sejarah konser metal (ter)besar di Tanah Air.

source: http://dapurletter.com/mainpage/?p=5221